SANG PENYAIR BERKACAMATA
Dan selagi aku masih masih bias
melihat langit-langit itu dengan mata ku ,maka tak perlu kurisau kan tentang
bagaimana cara agar aku bias melihatmu, menyentuhmu sekalipun bukan dengan tangan ku, tapi lewat tangan-tangan angin yang
bergerak menyapamu disudut ruang sana …..,,,
Kadang kupikir tak ada yang lebih
indah dari sekedar mencoret –coret
buku nie dengan rasa yang ku tuang dalam
syair ,,tapi ter nyata aku keliru .
Karena duduk diatas ranting-ranting
ini mampu menangkis kerinduan yang kerap malam hadirkan .
Asmara Setia Ningrum
RA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar